ASPEK HUKUM MIGAS

PENGERTIAN

Istilah miyak bumi berasal dari terjemahan bahasa Inggris, yaitu crude oil, sedangkan istilah gas bumi berasal dari terjemahan bahasa Inggris yaitu natural gas. Pengertian minyak bumi dapat kita temukan dalam Pasal 3 huruf I The Petroleum Tax Code 1997 negara India yang berbunyi :

Petroleum means crude oil existing in its natural condition i.e. all kinds of hydrocarbons and bitumens, both in solid and in liquid form, in their natural state or obtained from Natural Gas by condensation or extraction, including distillate and condensate (when commingled with the heavier hydrocarbons and delivered as a blend at the deliverery point) but excluding Natural Gas ”.

petroleum berarti minyak mentah yang keberadaannya dalam bentuk kondisi alami, seperti semua jenis hidrokarbon, bitumen, keduanya baik dalam bentuk padat dan cair, yang diperoleh dengan cara kondensasi (pengembunan) ataudiagli, termasuk di dalamnya dengan cara distilasi (di suling atau di saring) atau kondensasi (pengembunan) bilamana berkaitan dengan hidrokarbon yang sangat berat yang direktori sebagai bentuk campuran), tetapi tidak termasuk gas alam.

Dalam definisi ini, tidak hanya menjelaskan tentang pengertian petroleum saja,  tetapi juga tentang bentuknya, jenis dan cara memperolehnya. Petroleum dalam hal ini di definisikan dan di konstruksikan sebagai  minyak mentah. Bentuknya berupa benda padat dan cair. Jenisnya berupa hidrokarbon dan bitumen. Dan cara memperolehnya dapat dengan kondensasi (pengembunan), di gali dan di suling.

Pengertian minyak bumi yang lebih lengkap dapat dibaca dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UUMigas).

USAHA MINYA DAN GAS BUMI

Kegiatan usaha minyak dan gas bumi (migas) dibagi menjadi dua macam, yaitu kegiatan usaha hulu dan kegiatan usaha hilir, ini terdapat di dalam Pasal 5 UU Migas, tetapi pada kesempatan kali ini akan dibahas lebih mendalam tentang kegiatan usaha hulu.

KEGIATAN USAHA HULU

Kegiatan usaha hulu diatur dalam pasal 1 angka 7, pasal 5 dan 6, pasal 9 sampai dengan pasal 22 UU Migas. Dimana kegiatan usaha hulu adalah kegiatan usaha yang berintikan  atau bertumpu pada kegiatan usaha, yaitu usaha eksplorasi dan usaha eksploitasi. Tujuan kegiatan eksplorasi adalah :

  1. memperoleh informasi mengenai kondisi geologis,
  2. menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan minyak dan gas bumi,
  3. tempatnya diwilayah kerja yang ditentukan. Wilayah kerja tertentu adalah daerah tertentu di dalam wilayah hokum pertambangan Indonesiauntuk melaksanakan eksplorasi. Wilayah hokum pertambangan Indonesia adalah seluruh wilayah :
    1. daratan,
    2. perairan,
    3. landas kontinen Indonesia

tujuan kegiatan eksploitasi adalah untuk menghasilkan migas dari wilayah kerja yang ditentukan, yang terdiri atas :

  1. pengeboran dan penyelesaian sumur,
  2. pembangunan sarana pengangkutan,
  3. penyimpanan,
  4. pengolahan untuk pemisahan dan pemurnian minyak dan gas bumi dilapangan, serta
  5. kegiatan lain yang mendukungnya.

KEDUDUKAN BADAN PELAKSANAN DALAM KEGIATAN USAHA HULU

Lembaga yang berwenang untuk melakukan pengendalian kegiatan usaha hulu adalah badan pelaksana. Ketentuan hokum yang mengatur tentang badan pelaksana ini adalah Pasal 1 angka 23, pasal 44 dan 45 UU Migas. kedudukan badan pelaksanana hulu (BPH) merupakan badan hokum milik negara yang mempunyai status sebagai subjek hokum perdatadan merupakan institusi yang tidak mencari keuntungan serta dikelola secara professional.

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pembinaan dalam migas merupakan usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam bidang migas bumi. Pembinaan terhadap kegiatan usaha migas di atur dalam pasal 38 dan 39 UU Migas. pelaksanaan pembinaan dilakukan secara cemat, transparan dan adil terhadap pelaksanaan kegiatan usaha migas.

Pengawasan terhadap kegiatan usaha migas diatur dalam pasal 41 sampai dengan pasal 43 UU Migas. Pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah atas pekerjaan dan pelaksanaan kegiatan migas.

Tanggung jawab kegiatan pelaksanaan atas pekerjaan dan pelaksanaan kegiatan usaha migas terhadap ditaatinya ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berada pada departeman yang bidang dan tugas kewenangannnyameliputi kegiatan usaha migasdan departemen yang terkait.

Pelaksanaan atas kegiatan usaha hulu berdasarkan pada kontrak kerja sama dilaksanakan oleh badan pelaksana.

KONSEP TEORITIS DAN KARAKTERISTIK PRODUCTION SHARING CONTRACT

Di Indonesia, istilah Production Sharing Contract (PSC) terdapat di dalam pasal 19 UU Migas. Pasal ini tidak secara khusus menjelaskan pengetian  PSC, tetapi di fokuskan kepada konsep teoritis kerjasama di bidang migas. Kerjasama dalam bidang migas dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu PSC dan kontrak-kontrak yang lainnya. Dalam UU Migas, kita tidak menemukan pengertian yang berkaitan dengan PSC, namun pengertian PSC dapat kita temukan pada Pasal 1 angka (1) PP 35 1994. PSC merupakan perjanjian bagi hasil dibidang migas. Para pihaknya adalah Pertamina dan Kontraktor. Dalam UU Migas para pihaknya adalah Badan Pelaksana dengan Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap. Dengan demikian defnisi ini perlu dilengkapi dan disempurnakan.

Dimana pengertian PSC itu adalah :

“perjanjian atau kontrak yang dibuat antara badan pelaksana dengan badan uasaha dan atau bentuk usaha tetap untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dibidang migas bumi dengan prinsip bagi hasil”.

Unsur-unsur yang tercantum dalam definisi ini adalah :

  1. Adanya perjanjian atau kontrak,
  2. Adanya subjek hokum,

Badan pelaksana dengan badan usaha atau bentuk usaha tetap.

  1. Adanya objek,

Eksplorasi dan eksploitasi migas bumi, dimana eksplorasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kondisi geologi untuk menemukan  dan memperoleh perkiraan  cadangan migas bumi diwilayah kerja yang ditentukan, sedangkan eksploitasi bertujuan untuk menghasilkan migas.

  1. Kegiatan dibidang migas,
  2. Adanya prinsip bagi hasil.

Prinsip bagi hasil merupakan prinsip yang mengatur pembagian hasil yang diperoleh dari eksplorasi dan eksploitasi migas antara badan pelaksana dengan badan uasaha dan atau badan usaha tetap. Pembagian hasil ini dirundingkan antara keduabelah pihak dan biasanya dituangkan dalam PSC.

PRINSIP-PRINSIP DALAM PSC

Timbulnya PSC adalah untuk mengatasi permasalahan keterbatasan modal, teknologi dan sumber daya manusia yang dihadapi Pertamina, khususnya dalam menjalankan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan migas.

Di dalam UU Migas tidak diatur secara khusus tentang komposisi pembagian hasil antara badan pelaksana dengan badan usaha dan atau badan usaha tetap. Pada bagian ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan yang lebih rendah serta dituangkan ke dalam kontrak PSC.

Dalam UU ini juga diatur tentang penyerahan pembagian hak badan usaha atau badan usaha tetap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri paling banyak 25%, ini terdapat pada pasal  UU Migas.

Komposisi pembagian hasilnya untuk masing-masing pihak adalah :

  1. untuk minyak : 85% untuk badan pelaksana dan 15% untuk badan usaha dan atau badan usaha tetap,
  2. untuk gas : 70% untuk badan pelaksana dan 30% untuk badan usaha dan atau badan usaha tetap.

Selain itu di dalam UU Migas memuat tiga prinsip pokok PSC, yaitu :

  1. Kepemilikan sumber daya alam tetap di tanga pemerintah yang sampai titik penyerahan,
  2. Pengendalian manajemen operasi berada pada badan pelaksana,
  3. Modal dan resiko seluruhnya ditanggung oleh badan usaha atau badan usaha tetap.

Kegiatan usaha hulu hanya dapat dilakukan oleh badan usaha atau badan usaha tetap. Kegiatan usaha ini didasarkan pada kontrak PSC. Tujuan penuangan kewajiban-kewajiaban dalam persyaratan kontrak adalah untuk mempermudah pengendalian kegiatan usaha hulu  dan disarkan juga  pada peraturan perundang-undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: