“ BULAN SUCI RAMADHAN “

“ BULAN SUCI RAMADHAN “


Assalamu’ alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in. amma ba’du,

Tidak terasa kita diberikan umur yang panjang hingga sampai pada hari ini kita masih diberikan nikmat sehat juga rezeki u bisa menikmati bulan yang kita tunggu-tunggu, yaitu “BULAN SUCI RAMADHAN”. Semoga kita bisa selalu menikmati bulan ramadhan dengan keadaan sehat jasmani & rohani, amin.

Tinggal hitungan jari saja kita akan memasuki bulan suci itu, dimana ini merupakan bulan yang kita tunggu-tunggu selama 11 bulan lamanya. Bulan yang penuh dengan nikmat, rahmat, berkah serta ampunan dan pembebasan dari api neraka merupakan bulan yang sangat diistimewakan oleh ALLAH SWT. Bulan ini merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang shaleh/a yg selalu bertaqwa kepada ALLAH SWT.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh ampunan. Dimana umat Islam di seluruh dunia, sekarang ini menunaikan Ibadah Puasa. Banyak diantara umat Islam yang amat sangat menunggu akan datangnya bulan yang penuh Berkah, Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT. Sekarang ini adalah waktu yang tepat begi kita umat Islam berlomba – lomba sebanyak mungkin mencari Pahala dan mendapatkan Limpahan Rahmat dari Allah SWT.

Pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekalius saran yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini.

PENGERTIAN

Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami ‘panas’nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling mulia adalah hari Jum’at.
Dalam hadits lain. Dari Ubaidah bin Shomit, bahwa ketika Ramadhan tiba, Rasulullah bersabda:

“Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan penuh berkah, pada bulan itu Alah akan memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do’a pada bulan itu. Allah Ta’ala akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah akan membanggakan kalian di depan Malaika. Maka pelihatkanlah kebaikan diri kaliah kepada Allah, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah Azza Wa Jalla. (HR. Tabroni)


1. Berpuasa di bulan ramadhan,

Selama bulan Ramadhan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya ‘memecah, mengakhiri”. Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadhan). Banyak sekali ayat dalam al Qur’an yang memberikan anjuran untuk berpuasa sebagai sarana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dan menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman Allah:

Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al baqarah:184)

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab:35)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menyuruh orang yang kuat dan besar dorongan syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa diantara kamu telah mampu baa’ah (mampu menikah dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah berpuasa karena puasa merupakan pelemah syahwat baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shaum (puasa); yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum, sebagaimana yang banyak diketahui, dan dengan menjaga anggota tubuh dari maksiat kepada Allah, dan jika tidak bagaimana mungkin dirinya merasa terawasi oleh Allah bagi siapa yang tidak takut kepada-Nya, dan tidak merasa adanya celaan pengawasan terhadap seseorang yang tidak ridha Allah:

مَن لم يَدَعْ قولَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ ، فَليسَ للهِ حاجة فِي أَن يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan ucapan kotor dan dia melakukannya maka Allah tidak membutuhkan darinya dalam meninggalkan makanan dan minuman”.

Dan hal tersebut dalam syair juga disebutkan:

إِذَا لَمْ يَكُنْ فِي السَّمْعِ مِنِّيْ تَصَامُمٌ               وَفِي مَقْلَتِي غَضٌّ وَفِي مَنْطِقِي صُمْتٌ

فَحَظِّي إِذَنْ مِنْ صَوْمِي الْجُوْعُ وَالظَّمَاُ             وَإِنْ قُلْتُ إِنِّي صُمْتُ يَوْمًا فَمَا صُمْتُ

Jika dalam pendengaran diriku tidak ada perbaikan

Dan dalam penglihatan tidak terjaga dan ucapan yang tidak terkontrol

Maka apa keuntunganku dari berpuasa menahan lapar dan haus

Sekalipun aku mengatakan saya sedang puasa maka pada hakikatnya aku tidak berpuasa

2. Shalat Tarawih,

Pada malam harinya, tepatnya setelahshalat isya, para penganut agama Islam melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan Shalat Tarawih. Shalat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Shalat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama’ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan shalat tarawih pada tepat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama’ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.

Dalam bulan ramadhan terdapat shalat qiyam lail, dan Allah menjadikannya ibadah sunnah bagi siapa yang berambisi mendapatkan ampunan Allah dari dosa-dosanya; dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan berharap ridha Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

3. Lailatul Qadar & Turunnya Al qur’an,

Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadhan.

Malam ini dikatakan dalam Al qur’an padasurat Al qadar, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riw

ayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim, biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadhan sembari beribadah sepanjang malam.

Pada bulan Ramadhan tepatnya tanggal 17 Ramadhan terjadi peristiwa turunnya Al-Qur’an/yang sering kita sebut sebagai peristiwa “Nudzulul Qur’an”.Pada waktu itu Nabi Muhammad SAW.sedang berkhalwat di Gua Hira’.Ayat Al -Qur’an yang pertama diturunkan adalah Qs.Al-’Alaq ayat 1-5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bid’ah, karena Rasulullah tidak mengajarkan.

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an. Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3)

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3)

Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum.

Dan bagi siapa yang melakukan qiyam pada lailatul Qodar maka akan dihapus atau diampuni dosa-dosanya.

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Dan barangsiapa yang melakukan qiyam pada saat lailatul Qodar dengan iman dan berharap ridha Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagiamana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (Al-Baqoroh:183)

Sesungguhnya jika satu nikmat dicapai oleh kaum muslimin, mengharuskan adanya tambahan amal sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah setelah menceritakan sempurnanya nikmat bulan Ramadhan :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”

Bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung dan mulia, dan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, mengandung di dalamnya kebaikan dari Allah SWT, pahala dan ganjaran yang berlipat bagi mereka yang ingin mencarinya. Dalam atsar disebutkan:

أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةٌ، وَقِيَامُ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةَ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يُزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقُ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ”، قَالُوا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ؟ فَقِيْلَ: يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلىَ تَمْرَةٍ، أَوْ شُرْبَةَ مَاءٍ، أَوْ مَذَقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka (HR Al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)

4. Hikmah Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ ل

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”

Bulan paling utama, bulan penuh berkah

Rasulullah SAW bersabda,

Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling mulia adalah hari Jum’at.

Dalam hadits lain, Dari Ubaidah bin Shomit, bahwa ketika Ramadhan tiba, Rasulullah bersabda:

“Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan penuh berkah, pada bulan itu Alah akan memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do’a pada bulan itu. Allah Ta’ala akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah akan membanggakan kalian di depan Malaika. Maka pelihatkanlah kebaikan diri kaliah kepada Allah, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah Azza Wa Jalla. (HR. Tabroni).

Puasa Menyebabkan Seorang Hamba Masuk ke Dalam Surga

Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu berkata:

“Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkan padaku amalan yang bisa memasukkanku ke surga.” Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab: Hendaklah kamu berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu.” (HR. An- Nasa’i, Ibnu Hibban, Al Hakim, dg sanad yg shahih)

Bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagiamana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (Al-Baqoroh:183)

Bulan dilipat gandakannya amal shaleh

Rabb-Mu berkata:

“Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. (HR At-Tirmidzi)

Khutbah Rasulullah saw menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan. Dari Salman RadhiyaLlahu ‘anhu, katanya: Rasulullah saw berkhutbah di tengah-tengah kami pada akhir bulan Sya’ban, beliau saw bersabda:

“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa.”

Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga, Ramadhan adalah bulan santunan.

Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan / Syahrul Jihad

Pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktifitas kita.

Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan.

Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.

Pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang dibadaikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah.

Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah. Ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Yang Diberi Kelonggaran Untuk Tidak Puasa Ramadhan

Orang Mu’min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :

  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  2. Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.

Orang Mu’min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :

  1. Umurnya sangat tua dan lemah.
  2. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  3. Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  4. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  5. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

  1. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
  2. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
  3. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
  4. Datang bulan di siang hari Ramadhan (sebelum waktu masuk Maghrib).

Zakat Fitrah

Hari terakhir dari bulan Ramadhan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, terkadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadhan atau paling lambat sebelum selesainya shalat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha’ makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri

Akhir dari bulan Ramadhan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, terkadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Shalat Ied. Shalat dilakukan dua raka’at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma’af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadhan.

Semoga dibulan yang penuh berkah ini, kita dapat menyambutnya dengan kegembiraan hati diiringi dengan ibadah serta amal yang banyak sehingga ALLAH SWT menghapuskan segala dosa dan memberatkan amal serta kebaikan untuk kita semua sehingga kita dapat meraih dihari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci ramadhan ini…. Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin…

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang sedang menjalankannya

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

# SUMBER #

  1. wikipedia Essentials of Ramadan, The Fasting MonthTafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179.
  2. Tafsir Ath Thobari, 21/6.
  3. Zaadul Masiir, 7/336-337.
  4. Al Majmu’, 6/375
  5. 5. Hudzaifah Trisakti o­nline – Jakarta
  6. Risalah dari Muhammad Mahdi Akif; Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun; 28-08-2008
  7. Abuzubair.
  8. Yudhi.
  9. www.hidayatullah.com Abu Mahbub.
  10. www.muslim.or.id Muhammad Abduh Tuasikal.
  11. HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.
  12. HR. At Tirmidzi no. 3598.  Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.

by : “HK”

Do’a Murah Rezeki

Doa_murah_rezeki

Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua… Amin…

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2010

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 3 TAHUN 2010
TENTANG
PENCABUTAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG
NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG
NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN
TINDAK PIDANA KORUPSI

UU_03_2010_PENCABUTAN PERPU TIPIKOR

UNDANG-UNDANG ADVOKAT

UU_18_2003_ADVOKAT

UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 1999 tentang JASA KONSTRUKSI

uu_18_1999_Jasa_Konstruksi

UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 1999 tentang JASA KONSTRUKSI

TABLE OF CONTENT “PRODUCTION SHARING CONTRACT”

PRODUCTION SHARING CONTRACT

FOR THE

JOINT PETROLEUM DEVELOPMENT AREA

PRESENTED FOR THE INFORMATION OF THE COUNCIL OF MINISTERS

… July  20..

CONTENTS

Article 1……… Interpretation……………………………………………………………………………………………… 7

1.1       Definitions…………………………………………………………………………………………. 7

1.2       Headings………………………………………………………………………………………….. 11

Article 2……… Scope and Term………………………………………………………………………………………… 12

2.1       Scope………………………………………………………………………………………………. 12

2.2       Conditions Precedent…………………………………………………………………………. 13

2.3       Effective Date and Term…………………………………………………………………….. 13

2.4       Grounds for Termination……………………………………………………………………. 14

2.5       Surviving Obligations…………………………………………………………………………. 14

Article 3……… Relinquishment of Blocks…………………………………………………………………………… 15

3.1       Periodic Relinquishment of Exploration Area………………………………………… 15

Article 4……… Work Programmes and Budget………………………………………………………………….. 17

4.1       Commitment in Initial Period………………………………………………………………. 17

4.2       Commitment in Second Period…………………………………………………………….. 17

4.3       Commitment in Third Period……………………………………………………………….. 18

4.4       Performance of Exploration Work Programme and Budget……………………… 18

4.5       Consequences of Non-Performance…………………………………………………….. 19

4.6       Work Programmes and Budgets…………………………………………………………… 19

4.7       Emergency and Other Expenditures Outside Work Programmes and Budgets 19

4.8       Exploration………………………………………………………………………………………. 20

4.9       Discovery and Appraisal…………………………………………………………………….. 20

4.10     Commercial Discovery………………………………………………………………………. 20

4.11     Development Plan……………………………………………………………………………… 21

4.12     Development Work Programmes and Budgets……………………………………….. 23

4.13     Approved Contracts…………………………………………………………………………… 23

4.14     Decommissioning……………………………………………………………………………… 23

4.15     Decommissioning Security………………………………………………………………….. 24

Article 5……… Conduct of Work………………………………………………………………………………………. 24

5.1       Proper and Workmanlike Manner………………………………………………………… 24

5.2       Access to Contract Area……………………………………………………………………… 25

5.3       Health, Safety and the Environment…………………………………………………….. 26

5.4       Goods, Services, Training and Employment………………………………………….. 26

5.5       Flaring……………………………………………………………………………………………… 27

5.6       Operator and its Sub-Contractors…………………………………………………………. 27

Article 6……… Recoverable Costs……………………………………………………………………………………… 27

6.1       Generally…………………………………………………………………………………………. 27

6.2       Recoverable Costs…………………………………………………………………………….. 27

Article 7……… Sharing Of Petroleum………………………………………………………………………………… 28

7.1       Determination of Shares…………………………………………………………………….. 28

7.2       Option of Designated Authority…………………………………………………………… 28

7.3       Lifting……………………………………………………………………………………………… 28

7.4       Title and Risk……………………………………………………………………………………. 29

7.5       Payment on Account………………………………………………………………………….. 29

Article 8……… Valuation of Petroleum………………………………………………………………………………. 29

8.1       Place of Valuation…………………………………………………………………………….. 29

8.2       Crude Oil…………………………………………………………………………………………. 30

8.3       Natural Gas………………………………………………………………………………………. 30

8.4       Price Payable……………………………………………………………………………………. 30

Article 9……… Payments…………………………………………………………………………………………………… 30

9.1       Fees………………………………………………………………………………………………… 30

9.2       Payment Mechanism………………………………………………………………………….. 30

9.3       Late Payment……………………………………………………………………………………. 30

9.4       Minimum Payment…………………………………………………………………………….. 31

Article 10……. Provision of Goods and Services…………………………………………………………………. 31

10.1     Notice……………………………………………………………………………………………… 31

10.2     Contracts Not Requiring Designated Authority’s Approval………………………. 31

10.3     Tender Invitations Requiring Designated Authority’s Approval………………… 31

10.4     Emergencies……………………………………………………………………………………… 32

10.5     Other Information to be Provided………………………………………………………… 32

Article 11……. Title to Equipment…………………………………………………………………………………….. 32

11.1     Property…………………………………………………………………………………………… 32

11.2     Retention…………………………………………………………………………………………. 32

Article 12……. Consultation and Arbitration……………………………………………………………………… 33

12.1     Arbitration……………………………………………………………………………………….. 33

12.2     Procedure…………………………………………………………………………………………. 33

12.3     Location…………………………………………………………………………………………… 33

12.4     Commercial Arrangement: Waiver of Sovereign Immunity………………………. 33

12.5     Obligations Continue During Arbitration……………………………………………….. 33

Article 13……. Financial and Technical Data, Records And Reports………………………………….. 34

13.1     Ownership……………………………………………………………………………………….. 34

13.2     Records, Storage, Retrieval and Submission………………………………………….. 34

13.3     Reports……………………………………………………………………………………………. 35

13.4     Export of Data and Information…………………………………………………………… 35

13.5     Use of Data and Information………………………………………………………………. 35

13.6     Confidentiality of Data and Information……………………………………………….. 35

13.7     Trade Secrets……………………………………………………………………………………. 36

13.8     Designated Authority’s Rights in respect of Interim Petroleum Mining Code. 36

13.9     Public Announcement………………………………………………………………………… 36

Article 14……. Management of Operations………………………………………………………………………… 36

14.1     Constitution of Committee………………………………………………………………….. 36

14.2     Meetings………………………………………………………………………………………….. 36

Article 15……. Third Party Access…………………………………………………………………………………….. 37

15.1     Third Party Access…………………………………………………………………………….. 37

Article 16……. Audit…………………………………………………………………………………………………………. 37

16.1     Independent Audit…………………………………………………………………………….. 37

16.2     Designated Authority Audit………………………………………………………………… 37

16.3     Exceptions……………………………………………………………………………………….. 37

16.4     Operator to Assist……………………………………………………………………………… 37

16.5     Affiliates………………………………………………………………………………………….. 38

Article 17……. Indemnity and Insurance…………………………………………………………………………… 38

17.1     Indemnity………………………………………………………………………………………… 38

17.2     Insurance…………………………………………………………………………………………. 38

Article 18……. Force Majeure…………………………………………………………………………………………… 38

18.1     Force Majeure Relief…………………………………………………………………………. 38

18.2     Procedure…………………………………………………………………………………………. 39

18.3     Consultation……………………………………………………………………………………… 39

18.4     Third Parties……………………………………………………………………………………… 39

18.5     Extension of Time…………………………………………………………………………….. 39

Article 19……. Restrictions on Assignment and Change in Control…………………………………….. 39

19.1     Assignment………………………………………………………………………………………. 39

19.2     Change in Control……………………………………………………………………………… 40

Article 20……. Other Provisions………………………………………………………………………………………… 41

20.1     Notices…………………………………………………………………………………………….. 41

20.2     Applicable Law…………………………………………………………………………………. 41

20.3     Third Party Rights……………………………………………………………………………… 41

20.4     Amendments/Modification…………………………………………………………………. 41

20.5     Entire Agreement………………………………………………………………………………. 41

Annex A – Contract Area Description……………………………………………………………………………… 43

Annex B – Map of The Contract Area…………………………………………………………………………….. 44

Annex C – Accounting Procedure……………………………………………………………………………………. 45

Clause 1 – General Provisions………………………………………………………………………………………….. 45

Clause 2 – Classification and Allocation…………………………………………………………………………… 45

Clause 3 – Costs, Expenses and Credits……………………………………………………………………………. 49

Clause 4 – Inventories……………………………………………………………………………………………………… 54

Clause 5 – Production Statement……………………………………………………………………………………… 54

Clause 6 – Value of Production And Pricing Statement…………………………………………………….. 55

Clause 7 – Cost Recovery Statement………………………………………………………………………………… 56

Clause 8 – Statements Of Expenditure And Receipt…………………………………………………………. 56

ANTISIPASI FLU BURUNG VERSI HEMBING

Oleh Prof Hembing Wijayakusuma

Akhir-akhir ini masyarakat was-was dengan munculnya penyakit flu burung (avian influenza) yang mengantarkan penderitanya pada kematian. flu burung pada awalnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang bangsa unggas, seperti ayam, itik, bebek, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, maupun burung liar. Namun, pada perkembangannya, virus  flu burung mengalami mutasi sehingga virus tersebut dapat tersebar dan menular pada hewan lain seperti babi, kuda bahkan manusia.

Seperti halnya virus influenza, virus  flu burung mempunyai kemampuan
melakukan perubahan genetik atau mutasi sehingga berkembang menjadi beberapa varian, antara lain:

Tipe A yang menyerang bangsa unggas dan beberapa jenis binatang lain meliputi burung, ayam, kalkun, kuda dan babi.

Tipe B, virus ini hanya dapat menginfeksi manusia pada musim dingin. Hal tersebut dapat diatasi dengan suntikan anti influenza - tingkat virus itu ringan.

Tipe C merupakan campuran, yaitu menyerang hewan dan manusia. Tingkat virus ini paling ganas/mematikan, terutama menyerang pada saluran pernafasan termasuk subtipe H5N1.

Gejala umum unggas yang terinfeksi virus flu burung biasanya bervariasi, dan hampir sama dengan unggas yang terinfeksi virus tetelo. Antara lain : bersin-bersin, kesulitan bernafas, pembengkakan pada kepala, jengger berwarna biru, bercak merah pada sayap, kaki membengkak sehingga tidak dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar, mencret-mencret, nafsu makan berkurang, dan penurunan produksi. Tinggi rendahnya kematian unggas tergantung pada tipe dan galur virusnya.

Sedangkan gejala  flu burung  yang menyerang manusia, hampir sama seperti flu biasa namun tingkat kematiannya lebih tinggi. Gejala itu antara lain, penderita mengalami demam tinggi sekitar 40 derajat celsius, sakit kepala, pusing, batuk dan sesak nafas, gatal dan sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas dan pegal-pegal, hidung beringus, mata memerah karena peradangan. Pada anak kecil sering disertai mencret dan muntah.

Cara alamiah pencegahan dan antisipasi virus  flu burung  dapat ditempuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, yang diperoleh melalui tumbuhan obat. Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk masalah ini adalah, ambil jahe dan lobak secukupnya, lalu dijus. Campuran itu kemudian disiram ke ayam.

Masak daging ayam dengan api pada suhu 100 derajat celsius hingga matang, lalu masak lagi selama setengah jam. Masukkan bahan makanan dan bumbu seperti cuka beras putih, lobak, jamur kuping, bawang putih dan lada. Masak sematang-matangnya.

Atau cara lain dengan menggunakan ramuan berkhasiat yang diminum langsung,ambil 15 gram sambiloto, 4 siung bawang putih, 15 gram jahe, 25 gram kencur,direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring airnya, diminum dengan menambahkan 1 sendok makan madu.

Cara lainnya adalah menggunakan 60 gram krokot hijau segar, 30 gram pegagan segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring airnya lalu diminum. Atau gunakan 5 butir kiamboi/sunboi diblender dengan 200 cc air kelapa hujau. Tambahkan madu lalu diminum. Bisa juga mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari 30 gram buah jali ang direndam terlebih dahulu hingga lunak, tambahkan 30 gram kacang hijau, jahe, gula merah secukupnya, direbus dengan air sehingga menjadi bubur lalu dimakan selagi hangat.

Catatan: Bila penyakit berlanjut, hubungi dokter.

{Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur Se-Indonesia (HIPTRI)}.

* semoga paparan diatas dapat menjadi perhatian kita semua & bermanfaat bagi kita semua*

*******************

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.